Kecamatan Pamulihan Turut Meriahkan Ekosistem Budaya Kasumedangan Vol. 25 di Geotheater Rancakalong
•Admin KIM Rancakalong
Rancakalong,Dalam rangka memeriahkan kegiatan Ekosistem Budaya Kasumedangan Volume 25 yang rutin digelar setiap hari Sabtu di Geotheater Rancakalong, Kecamatan Pamulihan turut ambil bagian dengan menampilkan berbagai potensi seni dan budaya dari para pelajar sekolah dasar yang berada di wilayahnya. Kegiatan tersebut menjadi ajang bagi generasi muda untuk mengekspresikan bakat sekaligus mengenal, mencintai, dan melestarikan warisan budaya Sunda. Berbagai penampilan seni disuguhkan dengan penuh semangat, mulai dari tari jaipongan, pencak silat, karate, dongeng, pupuh, sajak, biantara hingga kesenian reak. Adapun peserta yang tampil mewakili Kecamatan Pamulihan di antaranya Aghnaita dari SDN Citali (Jaipongan), Putri dan Amora dari SDN Cipacing (Jaipongan), tim Karate SDN Cipacing, tim Pencak Silat SDN Cikawao dan SDN Sukawangi, Dellisa dari SDN Cikawao (Dongeng), Ayu dari SDN Cijeruk (Jaipongan), Nawwaf dari SDN Haurngombong I (Maca Sajak), Rica dari SDN Haurngombong I (Biantara), Naffiza dari SDN Haurngombong I (Jaipongan), Ai dari SDN Sukawangi (Tari), kelompok Reak SDN Sukawangi, Gita dari SDN Cinanggerang I (Jaipongan), Anisya dari SDN Cinanggerang I (Pupuh), serta Ibu Dadeh dari SDN Cikawao yang membawakan sajak. Kehadiran rombongan Kecamatan Pamulihan juga mendapat dukungan penuh dari Pengawas Kecamatan Pamulihan, Dr. Tita Agustini, yang turut mendampingi para peserta selama kegiatan berlangsung. Dalam sambutannya, Koordinator rombongan Kecamatan Pamulihan, Enceng Suherman, menyampaikan bahwa keikutsertaan Kecamatan Pamulihan dalam kegiatan tersebut semata-mata sebagai bentuk komitmen untuk ikut merawat dan melestarikan budaya Sunda. "Kehadiran kami di sini tidak lain untuk ikut serta merawat budaya Sunda. Melalui anak-anak sekolah dasar, kami ingin menanamkan kecintaan terhadap seni dan budaya daerah agar tetap hidup dan berkembang di tengah masyarakat," ungkapnya. Penampilan para peserta mendapat apresiasi dari pengunjung yang hadir. Semangat dan keberanian para siswa dalam menampilkan seni tradisional menjadi bukti bahwa regenerasi pelaku budaya terus berjalan dengan baik. Kegiatan Ekosistem Budaya Kasumedangan pun menjadi ruang yang sangat penting dalam menjaga eksistensi budaya Sunda sekaligus mempererat silaturahmi antarwilayah di Kabupaten Sumedang. Dengan partisipasi aktif dari berbagai sekolah dan dukungan para pendidik, diharapkan kecintaan terhadap budaya lokal semakin tumbuh di kalangan generasi muda sehingga warisan leluhur tetap lestari dan menjadi kebanggaan masyarakat Sumedang.(Ganda Muhtar)